proposal bab 1 ekonomi syariah
IAI AGUS SALIM METRO
PRODI EKONOMI SYARIAH
PROPOSAL SKIPSI BAB I
“PENGARUH HOTEL GRAND S’KUNTUM SYRIAH METRO TERHADAP
KEPUASAN PELANGGAN”
Oleh: Juniati
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG MASALAH
Dewasa ini para pengusaha hotel berlomba-lomba meningkatkan fasilitas
dan pelayanan yang ada untuk bersaing dalam bidang perhotelan. Hal ini merupakan sebuah bentuk pelayanan yang terbaik kepada setiap konsumennya.
Didalam dunia bisnis tidak terkecuali hotel syariah kepuasan konsumen adalah menjadi salah satu yang paling diutamakan,
karena hal itulah yang akan menentukan
berhasil atau gagalnya suatu usaha
perhotelan.
Indonesia yang notabene berpenduduk
muslim terbesar di dunia harus berjuang keras untuk menjadi pusat pelayanan syariah
terutama dibidang perhotelan, bahkan konsumen yang tidak puas tentu tidak akan mengulangi atau tidak memilih lagi jasa akomodasi yang
sama. Apalagi sekarang didukung dengan banyaknya pilihan jasa perhotelan yang lain, sehingga membuat mereka memiliki banyak perbandingan
untuk memilih hotel yang
lebih sesuai dengan selera dan keinginannya mereka.
Dengan melihat kondisi semacam ini mendorong
produsen untuk melebarkan sayapnya dibidang perhotelan, maka tidak mengherankan
jika akhir – akhir ini bisnis
dibidang perhotelan semakin
marak, banyak
perusahaan
muncul dengan memberikan
berbagai macam fasilitas dalam
menawarkan produk jasa perhotelan.
Wisata hotel syariah cepat populer
sebagai jenis liburan di sektor pariwisata. Negara-negara di Timur Tengah kini
mendorong wisata jenis ini, hal ini berarti, banyak hotel di seluruh dunia
dapat memanfaatkan peluang pasar tersebut. Saat ini banyak hotel di Indonesia mengambil
inisiatif menyediakan menu Timur Tengah di restoran mereka.
Tingkat kesadaran halal dan
bersyariah semakin meningkat membuat tuntutan terhadap fasilitas hotel dan
usaha pariwisata syariah juga meningkat. Essensi dari bersyariah adalah
menyingkirkan hal yang tidak baik bagi manusia dan lingkungan. Ini berarti
fasilitas hotel dan pariwisata syariah bisa dinikmati semua masyarakat, tidak
terbatas kaum muslim saja.
Kegiatan pembiayaan diperuntukan
bagi investasi perhotelan karena perhotelan meliputi kegiatan konsumsi dan kegiatan
distribusi barang dan jasa.[1] Sehingga
dalam hal ini, hotel syariah termasuk kedalam lembaga keuangan yang
mendistribusikan pelayanan jasa berupa penginapan.
Saat ini, perkembangan hotel dengan
berbasis syariah belum menjadi suatu bisnis yang cukup populer namun diyakinkan
bahwa perkembangan hotel berbasis syariah ini akan mengalami perkembangan
peningkatan yang cukup drastis dikarenakan tingkat kesadaran terhadap syariah
tersebut. Dampak dari semakin meningkatnya kesadaran terhadap syariah saat ini,
menimbulkan banyaknya bermunculan lembaga-lembaga yang berbasis syariah.
Sebagai contoh adalah perbankan syariah. Perkembangan Perbankan syariah saat
ini ditunjukan dengan banyaknya bank-bank syariah yang bermunculan, bahkan
bank-bank konvensional pun ikut membuat produk perbankan syariah.
Dari berbagai informasi yang telah
didapat, hotel berbasis syariah masih menjadi suatu kata-kata yang asing
terutama bagi orang yang awam. Dari hal tersebut, masyarakat belum banyak mengenal arti syariah.
Di kota Metro
terdapat beberapa hotel konvensional dan
syariah diataranya adalah: Hotel Nuban, Hotel Srikandi, Hotel Family 2 Metro, Hotel
Masdalifah, Hotel Citra, Hotel Grand S’kuntum Syariah, Wisma Sakinah Syariah, Wisma
Zara, Hotel Indah Permai Grup, Airy Ganjar Agung Madium 2 Metro Lampung,
seperti table berikut:
|
No
|
Nama Hotel
|
Target Sewa
Kamar
|
Pencapaian
Target
|
Persen (%)
|
|
1
|
Hotel Nuban
|
60
|
40
|
24
|
|
2
|
Hotel Srikandi
|
50
|
35
|
17,5
|
|
3
|
Hotel Family 2 Metro
|
30
|
25
|
7,5
|
|
4
|
Hotel Masdalifah
|
30
|
20
|
6
|
|
5
|
Hotel Citra
|
70
|
50
|
35
|
|
6
|
Hotel Grand S’kuntum Syariah
|
30
|
15
|
4.5
|
|
7
|
Wisma Sakinah Syariah
|
30
|
13
|
3,9
|
|
8
|
Wisma Zara
|
20
|
10
|
2
|
|
9
|
Hotel Indah Permai Grup
|
40
|
30
|
12
|
|
10
|
Airy Ganjar Agung Madium 2 Metro Lampung
|
30
|
20
|
6
|
Sumber Data: Primer 2016
Pada table di atas
dapat dilihat bahwa pencapaian target sewa kamar pada hotel yang berbasis
syariah tergolong rendah, ini disebabkan karena tingkat pelayanan konsumen
sangat rendah sehingga target penjualan tidak tercapai dengan sempurna.
Hotel syariah di
kota Metro merupakan suatu jasa akomodasi yang beroperasi dan menganut
prinsip-prinsip pedoman ajaran Islam. Secara operasionalnya, pelayanan yang
diberikan di hotel syariah di kota Metro tentunya
hampir menyerupai hotel konvensional/non-syariah pada umumnya. Namun konsep
hotel ini menyeimbangkan aspek-aspek spiritual Islam yang berlaku didalam
pengelolaan dan pengoperasiannya. Dalam pandangan awam, hotel syariah kadang
masih dianggap sebagai suatu bisnis usaha jasa yang hanya dikhususkan untuk orang
Islam. Padahal hotel syariah merupakan akomodasi yang
juga beroperasi 24 jam dan terbuka untuk segala kalangan, baik masyarakat
muslim maupun non- muslim.
Hotel Grand
S’kuntum Syariah di kota Metro merupakan salah satu hotel pertama berbasis
syariah dikota Metro. Hotel ini menawarkan jasa penginapan, ruang rapat,
sebagai tempat rekreasi, dan berada di titik nol (pusat kota yang mudah
dijangkau dan sangat strategis di Kota Metro). Namun saat ini terdapat
hotel-hotel konvesional yang sebelumnya sudah
berdiri di sekitar kota Metro. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat
persaingan hotel sangat tinggi sehingga hotel Grand S’kuntum Syariah harus
memberikan perbedaan yang mampu meningkatkan nilai produk dan pelayanan bagi
kepuasan pelanggan. Adapun data pelayanan pelanggan di Hotel Grand S’kuntum
Syariah Metro dalam 5 bulan terakhir Januari sampai Mei adalah sebagai berikut:
|
No
|
Bulan
|
Target Sewa Kamar
|
Pencapaian
Target
|
Persen (%)
|
|
1
|
Januari
|
30
|
28
|
8,4
|
|
2
|
Februari
|
30
|
25
|
7,5
|
|
3
|
Maret
|
30
|
20
|
6
|
|
4
|
April
|
30
|
24
|
7,2
|
|
5
|
Mei
|
30
|
14
|
4,2
|
Sumber: Buku Tamu Hotel Grand S’kuntum Syariah 2017
Pada table di atas dapat
dilihat bahwa pencapaian target sewa kamar pada Hotel Grand S’kuntum Syariah di
kota Metro tergolong rendah, ini disebabkan karena:
1.
Belum adanya hukum agama yang
jelas terhadap hotel syariah.
2.
Masih
kurangnya promosi yang dilakukan oleh hotel syariah.
3.
Kurangnya
fasilitas yang
dapat menarik perhatian masyarakat banyak.
4.
Masyarakat banyak yang beranggapan bahwasannya hotel syariah dan hotel non syariah
adalah sama.
5.
Masih kurangnya promosi yang dilakukan
oleh hotel syariah.
6.
Kurangnya fasilitas yang dapat
menarik perhatian masyarakat.
7.
Adanya anggapan bahwasanya
hotel syariah hanyak khusus untuk orang
muslim.
8.
Belum
ada dukungan dari organisasi
masyarakat (ORMAS) Islam.
9.
Perlu biaya yang relative cukup
besar untuk membuat fasilitas di hotel syariah.
10. Belum adanya dewan pengawas syariah. [2]
Berdasarkan uraian-uraian di atas penulis tertarik
untuk mengadakan penelitian dengan judul “PENGARUH HOTEL GRAND S’KUNTUM SYRIAH
METRO TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN”
B.
Batasan Masalah
Untuk menghidari
perluasan masalah sebagai dampak dampak luasnya ruang lingkup
objek yang akan dikaji dan agar penelitian ini lebih mengarah dan tidak
menyimpang dari permasalahan yang diteliti serta tujuan yang dicapai, maka penulis membatasi penelitian pada “Pengaruh Hotel Grand S’kuntum Syariah Metro Terhadap
Kepuasan Pelanggan”.
C.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan uraian-uraian latar
belakang masalah di atas maka rumusan
masalahnya adalah “Pengaruh Hotel Grand S’kuntum Syariah Metro Terhadap Kepuasan Pelanggan”.
D.
Tujuan Penelitian
1.
Untuk mengetahui
pengaruh Hotel Grand S’kuntum Syariah
Metro Terhadap Kepuasan Pelanggan.
2.
Untuk mengetahui minat
masyarakat terhadap pelayanan di Hotel Grand S’kuntum Syariah.
3.
Untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan yang
menginap di Hotel Grand S’kuntum syariah.
E.
Manfaat Penelitian
Dengan dilakukan penelitian
ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi peneliti, lembaga IAI Agus Salim
Metro, adapun manfaat penelitian sebagai berikut:
1.
Melatih berfikir
secara logika dan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat memecahkan masalah
yang timbil dalam setiap kegiatan dengan menerapkan teori yang diperoleh
dibangku kuliah dan altenatif - altenatif yang didapat dari luar kampus dan
buku – buku yang didapat dari kamus lain.
2.
Hasil penelitian ini
bisa dipakai sebagai bahan evaluasi bagi perusahaan dan dapat digunakan sebagai
bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan- kebijakan guna pengembangan
perusahaan lebih baik.
3.
Dapat menambah
reverensi di perpustakaan IAI Agus Salim
Metro dan menjadikan bahan bacaan bagi mahasiswa.
F. Metode
Penelitian
1. Pendekatan dan Jenis Penelitian
a. Pendekatan Penelitian
Sesuai dengan
permasalahan dan uraian pada latar belakang, penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan pendekatan mix method, yaitu pendekatan kuantitatif dan kualitatif.
Pendekatan kuantitatif menurut Arikunto banyak dituntut menggunakan angka,
mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut serta hasilnya. [3]
Pendekatan
kuantitatif dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Pendekatan kualitatif adalah usaha guna mendapatkan
keterangan-keterangan yang jelas terhadap suatu masalah tertentu dalam suatu
penelitian
Sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Nasution dimana
dalam penelitian kuantitatif peneliti lebih spesifik memusatkan perhatian
kepada aspek-aspek tertentu dan sering menunjukan hubungan antara berbagai
variabel atau memberi gambaran yang lebih jelas tentang situasi sosial sehingga
bersifat deskriptif.
Sedangkan Irawan mengatakan
“penelitian deskriptif hanya melibatkan satu variabel (univariat), di
mana penelitian deskriptif seperti ini tetap terbatas pada kemampuannya untuk
menjelaskan realitas seperti apa adanya.[4]
b. Jenis
Penelitian
Jenis metode penelitian adalah metode deskriptif analisis.
Nazir mengatakan “penelitian deskriptif hanya melibatkan satu variabel (univariat)”,
di mana penelitian deskriptif seperti ini tetap terbatas pada kemampuannya
untuk menjelaskan realitas seperti apa adanya.
Jenis metode penelitian adalah metode deskriptif analisis.
Nazir mengatakan metode deskriptif analisis adalah “suatu metode dalam meneliti
status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu system pemikiran
dengan tujuan untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis,
faktual dan akurat mengenai fakta-fakta serta hubungan antar fenomena yang
diselidiki”
Adapun kegiatan
penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah Pengaruh Hotel Grand S’kuntum
Syariah Metro Terhadap Kepuasan Pelanggan.
2.
Populasi
dan Teknik Penarikan Sampel
a. Populasi
Populasi
sasaran dalam penelitian ini adalah pihak-pihak yang datang berkunjung dalam
layanan kunjungan di Hotel Grand S’kuntum Syariah Metro, yaitu masyarakat yang menginap dan sewa kamar serta
keperluan lainnya seperti rapat maupun pertemuan penting di Hotel Grand
S’kuntum Syariah Metro.
b. Teknik Penarikan Sampel
Sampel
adalah sebagian dari populasi yang memiliki ciri-ciri atau sifat yang sama dan
atau serupa dengan populasinya. Pengambilan sampel dalam penelitian ini
dilakukan dengan penarikan sampel dari populasi.
Teknik
pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive
Sample.[5]
Selain itu dalam penelitian ini hasil penelitian tidak dimaksudkan untuk
digeneralisasikan atau sampel bertujuan. Sampel bertujuan dilakukan dengan cara
mengambil subjek bukan didasarkan atas strata, random atau daerah tetapi
didasarkan atas adanya tujuan tertentu. Teknik ini dilakukan karena beberapa
pertimbangan, diantaranya keterbatasan waktu, tenaga dan dana sehingga tidak
dapat mengambil sampel yang besar dan jauh. Jumlah sampel keseluruhan dalam
penelitian sebanyak 30 orang sebagai responden, yang pernah dan sewa kamar
serta keperluan lainnya seperti rapat maupun pertemuan penting di Hotel Grand S’kuntum Syariah Metro.
c. Sumber Data
Data
yang digunakan dalam penelitian ini, ada 2 (dua) jenis sesuai dengan sumber
perolehannya, yaitu :
1)
Data
Primer, adalah data yang dilampirkan sendiri oleh peneliti langsung dari sumber
pertama (responden) di lokasi penelitian yaitu di Hotel
Grand S’kuntum Syariah Metro.
2)
Data
Sekunder, adalah data yang diambil dari sumber pustaka atau sumber lain
(referensi-referensi, buku-buku teks, internet, hasil penelitian yang relevan
dan sebagainya).
3.
Definisi
Operasional Variabel
“Variabel adalah objek penelitian, atau apa yang
menjadi titik penelitian suatu penelitian”.[6]
Variabel dalam penelitian ini adalah:
a. Variable
bebas yaitu yang menimbulkan pengaruh (mempengaruhi) variable lainnya. Jadi
variable bebasnya adalah Pengaruh Hotel Grand S’kuntum Syriah Metro.
b.Variable terikat yaitu yang terkena
pengaruh (dipengaruhi) variable lainnya. Dalam hal ini variable terikatnya
adalah Kepuasan Pelanggan.
4. Metode Pengumpulan Data
Dalam
mengumpulkan data, penulis menggunakan beberapa metode yang lazim digunakan
dalam berbagai penelitian ilmiah, antara lain:
a.
Metode
wawancara
Metode interview, yaitu :“sebagai suatu
proses tanya jawab lisan, dalam mana orang atau lebih berhadapan secara fisik,
yang satu dapat melihat muka yang lain dan mendengarkan dengan telinga sendiri
suaranya, tampaknya merupakan alat pengumpulan informasi yang langsung tentang
beberapa jenis data sosial terpendam (latent) maupun yang memanifes”[7].
Sedangkan
teknis pelaksanaan interview yang penyusun gunakan adalah interviu bebas
terpimpin, yaitu pertanyaan sudah disiapkan dan terwawancara diberikan
kebebasan menjawab dan mengemukakan pendapatnya. Metode ini digunakan untuk
mengetahui tentang pengaruh manajemen pelayanan terhadap tingkat kepuasan
pelanggan di Hotel Grand S’kuntum Syariah Metro.
b. Metode Observasi
Metode observasi adalah
metode atau cara-cara menganalisa dan mengadakan pencatatan secara sistematis
mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati kelompok secara langsung.”[8] Ada tiga jenis observasi yaitu observasi
langsung, observasi tidak langsung dan observasi partisipan.[9] Dengan metode ini penulis melakukan
pengamatan langsung di Hotel Grand S’kuntum Syariah
Metro untuk mengetahui data tentang gambaran
secara umum daerah penelitian.
c. Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi “yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel
yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen
rapat, leger, agenda dan sebagainya”.[10]
Metode ini dilaksanakan dengan cara
mempelajari dan mencatat data yang telah didokumentasikan oleh Hotel
Grand S’kuntum Syariah Metro yang
menjadi tempat penelitian dan digunakan untuk mengetahui data-data yang
berhubungan dengan pengunjung Hotel Grand S’kuntum Syariah Metro. Dengan metode ini penulis mendapatkan
data tentang manajemen pelayanan Hotel Grand S’kuntum Syariah Metro.
d. kuisioner
Kuesioner, adalah daftar pertanyaan
terstruktur yang digunakan untuk wawancara dan pengisiannya oleh pewawancara.[11]
Dalam kuesioner yang dibagikan untuk setiap variabel penelitian ini berisi sejumlah
pertanyaan yang telah disusun sedemikian rupa dengan menggunakan skala Likert
untuk mengukur opini atau persepsi responden berdasarkan tingkat
persetujuan atau ketidak setujuan.[12]
Dalam hal ini
kuisioner ditujukan kepada pelanggan yang sewa kamar
serta keperluan lainnya seperti rapat maupun pertemuan penting di Hotel
Grand S’kuntum Syariah Metro.
5. Teknik Analisis Data
Setelah
data-data yang penulis perlukan terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah
menganalisis data. Analisis data yang penulis gunakan pada penelitian ini
menggunakan analisis kuantitatif. Teknik analisis data dalam penelitian
kuantitatif menggunakan statistik.[13]
Analisis secara kuantitatif, alternatif jawaban tersebut
diberi skor dari nilai 1 (satu) sampai dengan nilai 5 (lima), dimana bila : .
(1) Untuk kuesioner persepsi (kenyataan) responden digunakan kategori :
a)
Sangat
Puas = 5
b)
Puas
= 4
c)
Cukup
Puas = 3
d)
Tidak
Puas = 2
e)
Sangat
Tidak Puas = 1
Adapun rumus dalam menentukan
rentang skala (RS) menurut Simamora adalah sebagai berikut :
RS = m – n
B
Dimana : m = angka tertinggi di dalam pengukuran (angka
tertinggi dalam kuesioner).
n = angka terendah
di dalam pengukuran (angka terendah dalam kuesioner).
b = banyaknya kelas
yang dibentuk (pilihan jawaban dalam kuesioner)[14]
Dalam penelitian ini Rentang Skala = 0,8, maka untuk
menginteprestasikan rata-rata penilaian sikap adalah sebagai berikut:
Nilai skor antara 1 s/d 1.8 Sangat Tidak Puas
Nilai skor antara 1.8 s/d 2.6 Tidak Puas
Nilai skor antara 2.6 s/d 3.4 Cukup Puas
Nilai skor antara 3.4 s/d 4.2 Puas
Nilai sko
r di atas 4.2 Sangat Puas
[2] Riefa,“HotelSyariah”,dalam http://muchammad riefa.blogspot.com/hotel-syariah/diakses
pada 31April 2017.
[3]
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian:
Suatu Pendekatan Praktik, Ed. Revisi VI Cetakan Ketigabelas, (Jakarta: PT.
Rineka Cipta, 2007), h. 12
[4] Prasetya Irawan, Penelitian Kualitatif & Kuantitatif
Untuk Ilmu-Ilmu Sosial, Jakarta:
Departemen Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2006,
h. 101
Departemen Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2006,
h. 101
[5] Suharsimi Arikunto, op.cid, h. 139-140
[6] Sumardi Suryabrata, Metode Penelitian, (Jakarta: CV. Rajawali,1997), h. 91
[8]Ngalim
Purwanto,Prinsup-Prinsip dan Tehnik
Evaluasi Pengajaran, (Bandung :Remaja
Roesdakarya.1997), h.149
[9]Nana
Sujana, Penilaian Hasil Proses Belajar
Mengajar, (Bandung :
PT. Remaja Rosda Karya, 2005),h. 85
[11] Erwan Agus Purwanto dan Dyah Ratih Sulistyastuti, Metode
Penelitian Kuantitatif Untuk Administrasi Publik dan Masalah-Masalah
Sosial, Yogyakarta: Gava Media, 2007, h. 70
[12] Ibid, h. 63
[13]
Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan,
(Bandung: Alfabeta, 2010), h. 207
[14] Bilson Simamora, Panduan Riset Perilaku Konsumen,(Jakarta:
PT. Gramedia Pustaka
Utama, 2002), h. 130
Utama, 2002), h. 130
Comments
Post a Comment